Senin, 31 Desember 2012

Memories
Dulu aku kenal seorang cewek sebut saja IRA.
Dia seorang pelajar SMP kelas III.
Cantik pemalu tapi pintar.
Bagiku, dia sudah ku anggap seperti adikku sendiri.
Memories
Suatu ketika aku mau berangkat kuliah, aku lihat dia diteras rumahnya sedang melamun sendiri.
Tanpa berfikir panjang, aku pun berhenti dan mampir sebentar kerumahnya.
Singkat cerita, akhirnya dia menceritakan semuanya ke aku.
Dia menangis dan bercerita kalau cowoknya menghianatinya dan berakhir dengan putusnya hubungan mereka.
Memories
Jujur, aku tidak tega melihat dia menangis dan bersedih seperti itu.
Akhirnya aku pun mencoba menghibur dia dengan humor walau tak sepintar pelawak.
Memories
Ternyata dari lelucon dan guyonan itu berakhir dengan sesuatu hal yang sama sekali tak ku inginkan.
Dia meminta aku untuk menjadi kekasihnya.
Aku terdiam sejenak.
Aku bingung harus bilang apa ke dia, padahal dia sudah ku anggap seperti adikku sendiri.
Tapi aku tak tega melihat dia bersedih terus.
Singkat cerita, akhirnya akupun menuruti apa kemauannya.
Memories
Hubungan kami berjalan sudah 8 bulan.
Dalam pacaran, hanya kehampaan yang ku rasakan.
Entah sampai kapan ini kulalui.
Aku bingung harus bagaimana.
Aku tak mau dia sedih.
Aku tak mau dia menangis lagi.
Tapi sampai kapan diri ini membohonginya?
Biarlah waktu yang menjawab.
Memories
Suatu hari dia main ditempat kos ku.
Aku berfikir, mungkin inilah sa'atnya aku harus jujur tentang semuanya dan tentang kebohongan semua ini.
Tapi aku tak tega!
Memories
Walau dengan berat hati, akhirnya aku pun jujur ke dia tentang semuanya.
Dia terdiam, dan perlahan kulihat dia mengusap pipinya yang basah oleh air mata.
Aku tak tega melihat dia seperti itu lagi, menangis dan menangis.
Tapi aku tak mau menyakiti dan mempermainkan perasa'annya terus-menerus.
Memories
Singkat cerita, akhirnya diapun menerima keputusanku dan mau mengerti tentang semua ini.
Walau mungkin berat bagi dia untuk menerimanya.

Buat IRA ma'afkan aku

KISAH DARI SAHABAT